BREAKING NEWS

Bupati dan Wabup Bartim Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Masyarakat Diminta Tak Bakar Lahan


TAMIANG LAYANG, kabarrakyat62.com – Pemerintah Kabupaten Barito Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kekeringan di tengah musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan langsung ke lapangan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Pada Rabu (26/8/2026), Bupati Barito Timur M. Yamin bersama Wakil Bupati Adi Mula Nakalelu dan Danyon 925 Uria Mapas turun langsung memantau kesiapan penanganan karhutla sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Kantor Kecamatan Paju Epat, Kantor Kecamatan Karusen Janang, serta Desa Betang Nalong, Kecamatan Patangkep Tutui. Selain menyampaikan edukasi, kunjungan tersebut juga bertujuan memastikan kesiapan pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa dalam menghadapi potensi karhutla dan kekeringan.

Bupati Barito Timur M. Yamin mengatakan, kondisi musim kemarau harus diantisipasi secara serius karena rumput, semak, dan vegetasi yang mengering mudah terbakar dan dapat menyebabkan api cepat meluas.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber api di lingkungan masing-masing.

“Jangan membakar lahan. Saat musim kemarau, rumput dan semak-semak kering sehingga api sangat mudah menyebar. Kita harus menjaga lahan kita bersama-sama agar tidak terjadi kebakaran,” tegas M. Yamin.

Menurutnya, pencegahan karhutla harus dimulai dari tingkat paling bawah. Pemerintah kecamatan dan desa diminta memastikan perangkat serta masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran maupun kekeringan.

“Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi kebakaran. Kesiapan harus dilakukan mulai dari kecamatan sampai desa, termasuk bagaimana masyarakat merespons ketika ada titik api,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Barito Timur juga menyosialisasikan kebijakan pemerintah pusat terkait pencegahan dan penanggulangan karhutla, termasuk Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026.

Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya pemerintah dan aparat keamanan. Masyarakat, dunia usaha, serta perusahaan yang beroperasi di wilayah Barito Timur juga memiliki peran penting dalam mencegah dan menangani karhutla.

“Kita mengimbau seluruh perusahaan agar ikut berperan aktif dalam penanggulangan bencana, khususnya karhutla. Jangan sampai penanganan hanya dibebankan kepada pemerintah dan aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” kata Adi Mula Nakalelu.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran. Menurutnya, kecepatan informasi dan respons di lapangan sangat penting agar api dapat ditangani sebelum meluas.

Sementara itu, Danyon 925 Uria Mapas menyatakan dukungannya terhadap penguatan kesiapsiagaan karhutla di Barito Timur. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan mampu mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Pemkab Barito Timur menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah utama dalam menghadapi musim kemarau. Pemeriksaan kesiapan di tingkat kecamatan hingga desa akan terus diperkuat, disertai sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan dan pentingnya menjaga lingkungan.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga keselamatan lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keberlangsungan aktivitas warga.(Red).
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar