Dispursip Barito Timur Gelar Pelatihan Jasuke dan SIM-TIK, Dorong Kemandirian Ekonomi dan Literasi Digital Desa
0 menit baca
TAMIANG LAYANG, sinarborneonews.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kabupaten Barito Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Kali ini, kegiatan pelatihan keterampilan pembuatan Jagung Susu Keju (Jasuke) dan Sistem Informasi Manajemen Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIM-TIK) digelar di Desa Bamban, Kecamatan Benua Lima.
Kegiatan tersebut melibatkan anggota Tim Penggerak PKK serta pengelola perpustakaan desa dari enam desa di Kecamatan Benua Lima. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, membuka peluang usaha berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat kapasitas pengelolaan perpustakaan desa berbasis teknologi informasi.
Dalam pelatihan Jasuke, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik pengolahan jagung menjadi produk makanan bernilai tambah yang memiliki potensi ekonomi. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk mengembangkan usaha rumahan dan mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa.
Sementara itu, pelatihan SIM-TIK difokuskan pada peningkatan kemampuan pengelola perpustakaan desa dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan perpustakaan. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan data, penyusunan laporan, hingga pelayanan informasi yang lebih modern, efektif, dan transparan.
Kepala Dispursip Barito Timur menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjadikan perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, tidak hanya sebagai tempat membaca dan memperoleh informasi, tetapi juga sebagai sarana pengembangan keterampilan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui program ini, perpustakaan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dalam peningkatan literasi maupun pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.
Pelaksanaan pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan desa. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, TP-PKK, dan pengelola perpustakaan desa, diharapkan dapat tercipta masyarakat Barito Timur yang semakin cerdas, kreatif, inovatif, serta mandiri secara ekonomi.
Program TPBIS sendiri terus dikembangkan sebagai salah satu langkah untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih inklusif dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Barito Timur.