Karhutla Bartim Capai 704 Kejadian, Pemkab Perkuat Kesiapsiagaan
0 menit baca
TAMIANG LAYANG, kabarrakyat62.com– Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca yang masih kering. Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Karhutla yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku, di Ruang Rapat Bupati Barito Timur, Kamis (1/10/2026).
Rapat tersebut membahas perkembangan karhutla, evaluasi perpanjangan status tanggap darurat, distribusi air bersih, dampak kesehatan masyarakat, hingga dukungan anggaran untuk penanganan bencana.
Dalam rapat, BPBD Damkar melaporkan terdapat 704 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 671,5 hektare secara kumulatif. Meski tren kejadian mulai menurun, sejumlah titik panas masih mengalami peningkatan dan berada di lokasi yang sulit dijangkau petugas.
Dengan kondisi cuaca yang diperkirakan masih kering hingga Oktober, seluruh unsur diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran susulan.
Misnohartaku menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor, memperbarui data kejadian setiap hari, serta memastikan kebutuhan operasional petugas di lapangan terpenuhi.
Kebutuhan tersebut meliputi bahan bakar minyak (BBM), peralatan pemadaman, serta dukungan personel dari perangkat daerah.
Posko Kabupaten juga tetap difungsikan sebagai pusat informasi dan koordinasi dalam penanganan karhutla.
Dari sektor kesehatan, Dinas Kesehatan melaporkan sebanyak 2.336 kasus gangguan kesehatan terkait kondisi karhutla dan dampaknya, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Selain itu, tercatat 173 kasus diare selama periode 18 Agustus hingga 30 September 2026.
Pemerintah daerah terus memantau kualitas udara, menyiapkan obat-obatan dan masker, serta memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.
Sementara itu, distribusi air bersih kepada masyarakat telah mencapai 4.460 liter. Rapat juga membahas evaluasi perpanjangan status tanggap darurat, penyaluran bantuan air bersih, dukungan operasional relawan, serta pertanggungjawaban Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Seluruh pihak terkait diharapkan terus memperkuat sinergi dan koordinasi guna mempercepat penanganan karhutla, melindungi masyarakat, serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran susulan.(Red).